Lambang Kabupaten Magelang

lambang.jpg

I. Penjelasan Gambar
Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak ditengah yang berbentuk perisai sebagai lambang perjuangan menggambarkan daerah Kabupaten Magelang adalah daerah yang subur bagi segala macam golongan, agama dan lapisan masyarakat.
Tulisan KABUPATEN MAGELANG Berwarna kuning emas menunjukkan identitas daerah.
Stupa Borobudur berdiri limas trap berwarna putih dan berlubang hitam terletak ditengah – tengah perisai melambangkan monumen tersohor Candi Borobudur yang dimiliki Kabupaten Magelang dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia dan melambangkan obyek Pariwisata.
Keris berwarna kunig emas terletak ditengah stupa melambangkan perjuangan pahlawan Diponegoro yang gigih menentang penjajah Belanda.
Gunung berjumlah lima buah berwarna kuning emas terletak dibawah trap melambangkan bahwa Kabupaten Magelang adalah suatu wilayah pegunungan/dataran tinggi dari lima pegunungan ( Panca Arga ) yaitu Gunung Merapi,Merbabu, Andong, telomoyo dan Sumbing.
Duapuluh lima butir padi berwarna kuning berangkai membujur keatas di bagian kiri perisai dan lima buah kapas berwarna putih berangkai dengan empat daun berwarna kuning emas membujur keatas bagian perisai serta emapt buah panili pada batangnya yang melilit pada bambu runcing di sebelah kiri, melambangkan bahwa pada tanggal 25 September 1945 telah terjadi perjuangan mengusir penjajah Inggris dan Gurkha dalam mencapai kemerdekaan di daerah Kabupaten Magelang.
Dua helai daun tembakau berwarna kuning emas dan klembak yang terletak lurus dibawah daun tembakau menggambarkan hasil produksi pertanian untuk Kabupaten Magelang.
Dua bambu runcing berwarna kuning emas terletak sudut menyudut kekiri dan kekanan pada klembak melambangkan perjuangan rakyat dan pemerintah Kabupaten Magelang dalam perang kemerdekaan yang dapat menggalang persatuan dan kesatuan Bangsa.
Samir berwarna merah putih melengkung keatas terletak dibagian bawah perisai yang menggambarkan suatu optimisme akan tercapainya cita – cita yang luhur.
II. Penjelasan Warna
Kuning tua atau kuning emas berarti keluhuran, melambangkan cita -cita yang luhur yang terkandung didalam perjuangan rakyat Kabupaten Magelang.
Merah tua berarti berani, melambangkan keberanian bertindak, keberanian menderita demi untuk tercapainya cita – cita luhur.
Hijau tua berarti harapan kehidupan, harapan akan cita – cita luhur yang amat besar.
Hitam berarti abadi kekal, perjuangan rakyat Kabupaten Magelang kekal dan abadi, pantang mundur sampai cita – cita berhasil.
Putih berarti suci bersih, perjuangan mencapai cita – cita, mencapai keadilan dan kebenaran.

Magelang itu …

Kabupaten Magelang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Mungkid yang terletak di Kecamatan Mungkid. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung di utara, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali di timur, Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo di barat.

Candi Borobudur, sebuah mahakarya peninggalan Dinasti Syailendra yang kini menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia, berada di wilayah Kabupaten Magelang.

Magelang berada di cekungan sejumlah rangkaian pegunungan. Bagian timur (perbatasan dengan Kabupaten Boyolali terdapat Gunung Merbabu (3.141 meter dpl) dan Gunung Merapi (2.911 m dpl). Bagian barat (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo) terdapat Gunung Sumbing (3.371 m dpl). Di bagian barat daya terdapat rangkaian Bukit Menoreh. Bagian tengah mengalir Kali Progo beserta anak-anak sungainya menuju selatan. Di Kabupaten Magelang terdapat Kali Elo yang membelah dua wilayah ini. Pertemuan kembali kedua titik itu terletak di desa Progowati yang konon dahulu di tempat itu lebih banyak wanitanya dibanding pria.

Kabupaten Magelang terdiri atas 21 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Mungkid.

Kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang adalah sebagai berikut.
Mungkid, Muntilan, Grabag, Salam, Salaman, Ngluwar, Tempuran, Srumbung, Borobudur, Ngablak, Bandongan, Sawangan, Secang, Tegalrejo, Mertoyudan, Dukun, Candimulyo, Windusari, Kajoran, Kaliangkrik, Pakis,

Magelang berada di jalur strategis yang menguhubungkan dua ibu kota provinsi: Semarang-Yogyakarta. Mungkid, ibu kota kabupaten ini, berada sekitar 10 km sebelah selatan Kota Magelang. Mungkid dulunya adalah kota kecamatan yang kemudian dikembangkan menjadi ibu kota baru kabupaten ini, menggantikan Kota Magelang. Secang merupakan persimpangan jalan negara Semarang-Yogyakarta dengan jalan provinsi menuju Temanggung.

Dahulu Magelang dilalui jalur kereta api yang menghubungkan Semarang-Yogyakarta, bahkan merupakan salah satu jalur kereta api tertua di Indonesia. Namun sejak meletusnya Gunung Merapi, jalur tersebut rusak dan tidak difungsikan lagi.

Candi Borobudur merupakan obyek wisata andalan Provinsi Jawa Tengah yang kini mendapat perlindungan dari UNESCO sebagai warisan dunia (World Heritage). Selain Borobudur, terdapat sejumlah candi di antaranya Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Ngawen, Candi Canggal, Candi Selogriyo, dan Candi Gunungsari.

Selain candi, Magelang memiliki obyek wisata alam, antara lain kawasan wisata Kopeng, Gardu Pandang Ketep juga air terjun Kedung Kayang kira-kira 5 km dari Ketep Pass, Gardu Pandang Babadan, Curug Silawe, pemandian air panas Candi Umbul dan air terjun Sekar Langit (di Kecamatan Grabag). Di samping itu Kali Progo dan Kali Elo juga sering digunakan untuk wisata arung jeram. Satu museum terletak di jalan antara Candi Mendut dan Borobudur, yaitu Museum Senirupa Haji Widayat.

Makanan khas Magelang di antaranya gethuk trio, wajik salaman, tape ketan muntilan, kupat tahu, sop senerek, dan salak nglumut magelang’.
Kesenian khas Magelang antara lain adalah kubro siswo, badui, dan jathilan.

dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!